Senin, 14 Oktober 2019

Juara 1 Nasional Inobel

Blog Pendidikan


Juara 1 Nasional Inobel atas nama Ibu Ana Rohdiana, M.Pd dari SMPN Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu, dengan Inovasi pembelajarannya yaitu Pengembangan Mobile Android GAmes untuk mendukung Kecakapan abad XXI dan meningkatkan Keterampilan Menyusun Teks Lisan Bahasa Inggris SMP





 


Juara 1 Kaligrafi Nasional

Blog Pendidikan



Selamat kepada ananda RIZKA NURRAHMAH, berhasil menjadi juara 1 lomba kaligrafi islam (LKI) ajang Pentas PAI SMP tingkat nasional di Makasar tahun 2019,kibarkan prestasimu kejenjang berikutnya nak, rizka sangat membanggakan,kami ucapan terimakasih kepada semua pihak atas doa dan dukungannya. Semoga Allah memudahkan kita semua.. 



Juara English Competition se wilayah 3 Cirebon

Blog Pendidikan


Alhamdulilah ya Allah, siswa yang kami bimbing meraih beberapa juara sekaligus dlm English Competition se wilayah 3 Cirebon. 
#Juara 1 Story Telling atas nama Asrini Meinurisa. 

#Juara 3 Speech atas nama M.Adel 
#Juara 3 Newspresenter atas nama Sita 
#Juara Harapan 1 Story Telling atas nama Devi 
#Juara Harapan 1 Speech atas nama Safira. 
#Juara 2 Best Costume atas nama Asrini M. 
#Terima kasih kepada Kepala SMPN Unggulan Sindang Bapak Drs. Sutrisna, bapak/Ibu guru, komite sekolah, para orang tua siswa dan semua pihak yg tidak bisa kami sebutkan satu persatu 




Pelajar Bersholawat

Blog Pendidikan


Gema pelajar bersholawat bersama 12500 pelajar SMP Indramayu sebagai rangkaian acara hari jadi Indramayu ke 492,lantunan sholawat yang menggema membangkitkan ghiroh kecintaan umat kepada rosulnya, diiring rentak hadroh yang Indah dan kompak menambah semangat untuk bersholawat...., terimakasih untuk seluruh pendukung acara yang sudah mempersembahkan tampilan yg luar biasa..., Alhamdulillah... Tabaarokalloh

 

 

Senin, 07 Oktober 2019

GENERASI Z

Blog Pendidikan


Generasi bisa diartikan sebagai sekelompok orang atau kaum yang sama waktu kehidupannya baik angkatan, ataupun keturunannya yang secara otomatis akan melekat pada ragam dan bentuk dari hubungan bersosial.

Dalam kehidupan sekarang hubungan sosial yang berlaku dimasyarakat hampir sudah banyak yang menggunakan dan memanfaatkan dari adanya kemajuan teknologi, dan media sosial dimana pengguna dari kemajuan teknologi dan media sosial tersebut hampir tidak ada batasan walau sebenarnya terdapat syarat-syarat dan ketentuan penggunanya, namun dengan mudah bisa di akalin dan disiati oleh seluruh pengguna seperti syarat usia minimal pengguna masih dengan mudah untuk di palsukan.

Ketika penggunaan kemajuan teknologi dan media sosial ini sangat pesat, maka sebenarnya ini telah melahirkan sebuah peradaban dan generasi yang baru, dimana generasi ini dikenal dengan istilah generasi Zatau biasa juga disebut dengan istilah Generasi Net.

Sebuah generasi masa kini yg sangat unik, dimana sebenarnya generasi Z atau generasi Net ini sudah terindikasi keberadaannya sejak tahun 1995, namun begitu jelas dan nyata setelah 20 tahun kemudian tepatnya memuncak sekitar diawal tahun 2015 an, disaat internet telah berkembang dengan sangat cepat.
 
Diantara keunikan generasi Z ini adalah pertama, lebih suka pada hal-hal yang simpel, praktis,  sederhana ataupun instan, dimana generasi ini biasanya tidak suka pada hal-hal yang membutuhkan proses panjang dan rumit, ketika ada suatu masalah generasi Z ini lebih suka pada solusi-solusi yang praktis. Kedua, lebih suka pada hal-hal yang berbau bebas seperti bebas berkreasi, bebas berekspresi dan berpendapat. Kita sering melihat ekspresi generasi Z ini dengan kreatif dan bebasnya dari ekspresi penggunaan bahasa yang serius sampai pada penggunaan bahasa yang mengundang gelak tawa. Ketiga, sangat mudahnya memperoleh ragam informasi di search engine hanyak hanya tinggal ketik dan klik membuat generasi ini lebih suka pada hal-hal yang jelas sehingga generasi ini juga akan cenderung kritis dalam berpola dan berfikir. Keempat, keunikan generasi Z atau generasi Net ini secara langsung atau tidak langsung membuat dan menganggap dirinya perlu diperlakukan secara unik dan bahkan istimewa. Walapun pada dasarnya setiap orang itu perlu adanya pengakuan terhadap segala usaha, kerja keras yang sudah didedikasikannya, namun generasi ini cenderung dan lebih suka jika diberi penghargaan, reward, pujian, ataupun sertifikat. Dan Kelima, generasi Z atau generasi Net ini sangat mahir dalam penggunaan berbagai macam gadget dan kemajuan dari teknologi informasi sebagai hal yang tidak terpisahkan dalam segala solusi yang diinginkan terhadap berbagai macam masalah yang ada padanya, generasi ini biasanya akan lebih memilih berkomunikasi dengan dunia maya, dunia media sosial dibanding harus melakukan tatap muka secara langsung dengan orang lain disekitarnya.
    
-- o0o --




Rabu, 02 Oktober 2019

CANDU KEHIDUPAN

Blog Pendidikan


     “Hari ini selasa tanggal 1 Oktober 2019 adalah hari dimana kita memperingati Kesaktian Pancasila, hari dimana sekitar 54 tahun yang lalu kita bisa melihat, kita bisa menyaksikan bisa melalui media masa baik cetak ataupun elektronik terlebih juga media sosial yang sangat populer berada ditengah-tengah kehidupan kita”, sebuah pesan awal yang disampaikan oleh Bapak Agus Suryana, S.Pd wakil kepala SMP Negeri Unggulan Sindang yang mewakili Drs. Sutrisna sebagai Kepala SMP Negeri Unggulan Sindang bertindak sebagai pembina upacara di halaman upacara SMP Negeri Unggulan Sindang dalam rangka upacara memperingati Kesaktian Pancasila pada hari Selasa 1 Oktober 2019 yang dimulai pukul 07.00 sampai dengan 07.45 WIB.

Dalam amanat berikutnya bahwa “Sebuah tayangan yang sangat menyayat hati, sebuah tayangan flashback peristiwa yang sangat keji dan kejam yang dilakukan oleh orang-orang komunis yang biasa di sebut dengan peristiwa G30 S/PKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia terhadap berlian-berlian anak bangsa yang menjadi korban kebiadabannya yaitu para Jenderal tercinta.”

“Hari ini adalah momentum untuk mengenang pengorbanan para Jenderal dalam mempertahankan dan mengorbankan jiwa dan raganya untuk kesatuan dan kekohan Negara Kesatun Republik Indonesia serta sekaligus kita semua belajar dari sejarah masa lalu, karena salahsatu ciri bangsa yang besar adalah bangsa yang mau memahami dan menghargai sejarah.”

“Kita harus selalu waspada terhadap adanya komunis yang mungkin saja akan berada dilingkungan kita tanpa kita sadari, kita tidak boleh lengah karena komunis ini bisa menjadi sebuah bahaya laten yang harus kita cegah secara prepentif.”

“Komunis itu atheis atau tidak mengakui adanya Tuhan, komunis juga tidak mengakui agama dan bahkan komunis ini beranggapan bahwa agama dianggapnya sebagai suatu Candu Kehidupan.”

“Ini adalah salahsatu hal yang sangat berbahaya dan sesat serta harus kita cegah, maka kita sepakat “Say No to Komunis” katakan tidak untuk komunis”, pada amanat penutupnya. (mfs_smpnunggulansindang).


Minggu, 22 September 2019

Berkelebat Bayangan Hitam

Blog Pendidikan


     Minggu pagi itu seperti biasa kami melakukan sebuah aktivitas daerah kecamatan. Sebuah daerah yg berjarak selitar 10 Km dari tempat tinggal kami.

Suasana memang benar-benar masih pagi buta dimana masih terasa dan terlihat angin segar dengan sedikit embun.

Setelah beberapa menit dalam persiapan kamipun berangkat dengan keoptimisan berselimut do’a, ku injak gas berlahan dan ku kendalikan kendaraan roda empatku dengan santai.
Sementara istri duduk disamping kiri juga dengan santai sambil memangku putra kecil kami.

Ilham adalah putra kecil kami yang sangat unik dimana semua keinginan dan kata-katanya selalu tak mau di abaikan dan kali ini dia duduk manja di pangkuan ibunya walau sesekali sambil mengucek mata dan terkadang dengan uapan mulut kecilnya.

Perjalanan sudah sampai sekitar 7 km dari tempat tinggal kami, tepatnya di sebuah desa dengan nama pawidean.

Ku masih dengan injakan gas yg stabil dan santai dimana terlihat speedo motor pada kendaraan hanya berkisar antara 40 sampai dg 70 kilo meter perjam.

Butanya pagi mmbuat jarak pandangpun tak berjalan maksimal, namun masih terlihat jelas di hadapan kendaraan yg kami kemudikan yaitu sebuah mobil dengan warna putih dan berplate E melaju juga dg santai.

Sementara di belakang terlihat kendaraan warna hitam yg siap menyalip dengan memberi lampu dim dan sein kiri berkali.
Dengan segera sayapun memposisikan kendaraan kearah bagian jalan kanan dengan maksimal.

Namun belum juga kendaraan belakang menyalip, tiba-tiba dari arah kanan jalan yang bermedian melintas dan berkelebat dengan cepatnya sebuah bayangan hitam melintasi persis di depan kendaraan yang ku kemudikan, sehingga cukup membuatku sangat terkejut.

Belum langi hilang rasa terkejut tiba-tiba di bagian belakang tengah kendaraan pas lurus dengan baris jok bagian tengah terdengar dengan suara sangat keras “GLUBRAG”.

Belum sempat juga aku melihat ke bagian sumber suara itu, aku terlebih dahulu melihat yang berkelebat melintasi didepan kendaraanku, dengan beberapa saat ku menarik nafas setelah melihat apa dan bagaimana bayangan hitam yang melintas dan berkelebat tersebut, ternyata adalah.....

Bersambung.





                                                                      

Jumat, 20 September 2019

BERJAMAAH DI TOYOTA AUTO 2000 Indramayu

Blog Pendidikan


           Diantara kesibukan seluruh karyawan dengan bidang dan tanggung jawabnya masing2, Toyota Auto 2000 Indramayu terus meningkatkan semangat religiusnya. 

Diantara lengkap dan maksimalnya pelayanan dan service Toyota Auto 2000 Indramayu, dimana diantaranya nyamannya ruang tunggu lengkap dengan cemilan, kopi, teh, ataupun air mineral yg di sediakan gratis untuk seluruh pelanggan. 

Adanya sudut bermain yang disediakan juga untuk pelanggan yg kbetulan membawa anak kecilnya membuat asyik dan nyamannya menunggu. Tersedianya wifi free juga tak kalah asyiknya untuk memanjakan pelanggan selama menunggu tentu dengan tersedianya free charging yg menempel berbaris di dinding, juga tak ketinggalan media masa gratis baik yg elektronik ataupun cetak semua sudah tersedia di sediakan secara free atau gratis untuk pelanggan setia.

Disaat pelanggan sedang menikmati lengkap dan asyiknya menunggu. Toyota Auto 2000 Indramayu juga menyempurnakan fasilitasnya dengan representatifnya Musholla. 
Sebuah musholla yang sengaja diletakan di bagian atas atau lantai tiga ini sangat nyaman dan adem untuk melaksanakan sholat berjamaah. 


Fasilitas air wudhu yang memadai dan dalam musholla yang ber AC juga membuat semua jamaah semakin khusyu dalam menunaikan sholat berjamaah. 

Kesiapan dan kedisiplinan seorang imam dalam memulai dan memimpin sholat berjamaahpun membuat seluruh karyawan semakin disiplin serta bersemangat dalam menunaikan sholat berjamaah.

Adalah kami yg merupakan pelanggan setia Toyota Auto 2000 Indramayu pada Jumat tanggal 20 September 2019, untuk melalukan service rutin terhadap kendaraan Toyota Calya merasa nyaman dan asyik terhadap service serta seluruh fasilitas yang terdapat di dalamnya.

Semoga Toyota Auto 2000 Indramayu semakin menyempurnakan pelayanan, fasilitas dan servicenya.




Rabu, 18 September 2019

“APA?, KAMU DEPRESI?”

Blog Pendidikan


        Boleh saja kita mempunyai keinginan, tentu syah-syah saja jika kita mempunyai hobi dan kemudian menjadi sebuah harapan, tidak ada yang melarang juga ketika kita bercita-cita melebihi tingginya langit. Namun kita juga harus siap jika keinginan kita tidak terpenuhi, kita juga harus mengerti ketika hobi dan harapan tersebut tidak menjadi sebuah kenyataan yang diharapkan, dan kita juga harus menerima, rela, dan bahkwan harus tetap bersyukur ketika cita-cita kita yang setinggi langit itu jangankan setinggi langit, dengan kitapun ketinggian kenyataannya lebih tinggi dari tubuh kita, itulah salahsatu pesan yang disampaikan oleh Willy salah seorang siswa SMPN Unggulan pada kegiatan MT (Majlis Ta’lim) di Masjid pada hari jumat tanggal 13 setpember 2019 yang lalu.

Willy adalah salahsatu siswa yang berasal dari kelas 9F sekolah tersebut dengan bangga dan meyakinkan seluruh peserta yang hadir pada kegiatan Majlis Ta’lim yang diadakan setiap hari jum’at pagi ini, dimana seluruh peserta merupakan siswa SMP Negeri Unggulan dari kelas 7 dan kelas 8. Tidak hanya Willy yang menyampaikan karena pada sesion yang lain kawan-kawannya yang merupakan satu team dalam kelas dengan sigap dan siap menjawan seluruh pertanyaan dari seluruh siswa. Terlebih dengan adanya pemberian reward sebuah bingkisan yang menarik membuat peserta juga semakin bersemangat dalam berdialog dan bertanya seolah saling berebut antara siswa yang satu dengan yang lainnya.


Dalam pesan berikutnya yang disampaikan Willy menggaris bawahi salahsatu sifat bahwa sifat dan sikap yang sudah disampaikan tersebut diatas adalah Depresi atau sifat yang tidak mau menerima sebuah kenyataan dalam hidupnya, sehingga kalau hal ini tidak bisa di antisipasi maka berpotensi akan menjadi dan berkembang menjadi sebuah karakter yang broken home dan sejenisnya.

Sebuah statement yang menggelitik dan membuat suasana semakin ramai namun tetap kondusif terlontar dari Willy “Apa? Kamu Depresi?” dan sontak dijawab oleh semua yang hadir dengan sebuah kata “TIDAAAAKK!!!”.

Masih menurut Willy sifat Depresi ini bisa diantisipasi dan ditanggulangi dengan beberapa cara diantaranya melalui sikap yang sabar, mendirikan sholat lima waktu, dan banyak mengingat kepada Allah SWT kapan dan dimanapun.
(mfs_red_smpnunggulansindang).
  

Selasa, 17 September 2019

EKSPLORASI BATIK PEWARNA ALAMI MANGROVE DI HUTAN MANGROVE

Blog Pendidikan


Karangsong - Sabtu 14 September 2019, pukul 13.00 WIB siswa-siswi SMP Negeri Unggulan sudah bersiap untuk mengikuti pelatihan pembuatan batik dengan pewarna alami berbahan dasar mangrove. Kegiatan ini merupakan isi dari rangkaian kegiatan Edu Wisata Mangrove yang dilaksanakan sejak pagi pukul 08.00 WIB. Siswa-siswi dibagi menjadi dua kelompok besar untuk mengikuti rangkaian kegiatan seperti; kelompok pertama berlokasi di pantai karangsong untuk menjelajah hutan mangrove bersama guru pembimbing dengan difasilitasi oleh pemandu wisata hutan mangrove, kelompok dua berlokasi di Rumah Berdikari untuk melakukan kegiatan workshop seperti belajar membuat bolu, puding, urab, dan sirup dengan berbahan dasar mangrove serta tumbuhan sekitar pantai karangsong yang diolah menjadi beberapa produk makanan. Ba’da Dzuhur kedua kelompok besar tersebut akan berpindah lokasi dengan cara bergantian. Kelompok satu berpindah tempat dari hutan mangrove menuju Rumah berdikari, begitupun sebaliknya yang sudah melakukan workshop berpindah lokasi melanjutkan perjalanan eksplor hutan mangrove. Uniknya dalam pembagian kelompok workshop tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kini bertambah pelatihan membatik, kelompok 4 (Kelompok Batik) menadapatkan kesempatan untuk belajar membuat batik tulis dengan pewarna alam mangrove.


Dok. Jian Al Ma’arij
Pak Latif mengajarkan teknik membatik menggunakan canting

Pak Latif, begitu sapaan akrab ketua Rumah Berdikari ini, menjadi fasilitator pemateri dalam kegiatan workshop membatik, ia menyampaikan beberapa pengetahuan membatik secara singkat dan sederhana agar siswa siswi mengenal, mengetahui, mempelajari dan mempraktekan langsung proses membatik. Pembelajaran seni budaya tak terbatas waktu, tempat dan media. Jian Al Ma’arij sebagai guru pendamping kelompok membatik sekaligus guru mata pelajaran seni budaya menanggapi positif kegiatan Edu Wisata Mangrove kali ini, “Berkarya dan berkesenian melibatkan alam sekitar itu menyenangkan, anak akan memiliki kepekaan estetika dan jiwa kreatif karena memperoleh pengalaman langsung, contohnya pembelajaran batik menggunakan pewarna alami dari mangrove di lokasi hutan mangrove ini. Pengalaman tersebut akan memberikan impresi bahwa mengolah sumber daya alam sekitar menjadi karya seni yang memiliki nilai guna, estetika dan ekonomi tinggi sehingga akan menumbuhkan motivasi siswa sebagai bekal pengetahuan dan pengalaman yang sangat bermanfaat. Bagi Jian ini merupakan Education Through Art yaitu seni sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, pendekatan Education Trough Art (pendidikan melalui seni) berimplikasi bahwa penyelenggaraan pendidikan seni berkewajiban mengarahkan pendidikan secara umum yang memberikan keseimbangan rasionaldan emosional, intelektual dan sensibilitas, pendidikan seni merupakan sarana untuk pengembangan kreatifitas anak”.

Pak Latif menyampaikan “Tanaman mangrove dimanfaatkan untuk jadi pewarna alam. Bahan bakunya berasal dari akar mangrove yang sudah kering, dengan hasil warna merah kecoklatan. Hasil yang diperoleh tidak kalah dengan pewarna lain”. Zat warna alami mangrove (Rhizopora Mucronata) dilakukan dengan proses ekstrasi menggunakan pelarut air pada perbandingan massa bahan terhadap pelarut 1:10, suhu 100° C selama 60 menit. Zat warna tersebut kemudian dipekatkan dengan proses evaporasi hingga volume tinggal 30%. Selanjutnya ekstrak dimanfaatkan untuk pewarna batik. Rumah Berdikari memfasilitai siswa-siswi SMP Negeri Unggulan untuk mengenal, belajar dan mencoba praktek membatik menggunakan pewarna alami dari mangrove. “Bagaimana agar warna-warna tersebut tidak luntur?” Tutur Riyan siswa kelas VII B. Pak Latif menerangkan bahwa untuk mengunci warna batik sama seperti pewarna batik alami lainnya yaitu menggunakan tawas, cuka dan tunjung.



Dok. Jian Al Ma’arij
Bahan baku pewarna batik alami
Akar Mangrove (Rhizopora mucronata)

Siswa siswi diberikan pelatihan mengenal alat dan bahan pembuatan batik tulis dan cap, proses mendesain di atas kain, dan mencanting menggunakan malam panas diatas kain serta penjelasan proses pembuatan zat warna alam dari mangrove yang dimulai dari pemilihan tanaman, perebusan, serta proses ekstraksi sampai jadi hasil larutan zat warna alam yang siap digunakan.


Dok. Jian Al Ma’arij
Antusias siswa dan Guru mengikuti pelatihan membatik

Antusias siswa dalam belajar sangat tinggi, mereka merasa senang dan tertantang dalam menorehkan malam panas di atas kain. Guru pendampingpun tak kalah menarik, mereka mencoba menorehkan malam panas membentuk pola-pola indah menggunakan canting sehingga menghasilkan motif yang unik dan menarik. Dengan mengikuti pelatihan membatik diharapkan siswa dan guru termotifasi untuk memanfaatkan lingkungan dan mencintai budaya daerah.

(By_Jian Maarij, M.Pd) 




WELLCOME TO MGMP INFORMATIKA INDRAMAYU AND IMPLEMENTATION PERMEN 2018

Blog Pendidikan


Informatika adalah sebuah mata pelajaran yang baru lahir di Kurikulum 2013 berdasarkan Permen No.35, 36, dan 37 tahun 2018 yang pengimplementasiannya dimulai dari tahun 2019.
Dalam pengimplementasiannya tersebut mata pelajaran Informatika dibagi ke dalam 3 (tiga) jenjang yaitu jenjang dasar untuk Sekolah Dasar atau yang sederajat, jenjang menengah pertama untuk sekolah menengah pertama atau yang sederajat, dan jenjang sekolah menengah atas untuk Sekolah Menengah Atas/sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah.

Adapun beberapa rincian dari pembagian perjenjang tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jenjang dasar (Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah)

Peraturan yang mengaturnya adalah permen Nomor 37 tahun 2018, dengan menerangkan bahwa  Muatan informatika pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dapat digunakan sebagai alat pembelajaran dan/atau dipelajari melalui ekstrakurikuler dan/atau muatan lokal.

Mata Pelajaran Informatika pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dimuat dalam Kompetensi Dasar yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

2. Jenjang menengah pertama (Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah)

Peraturan yang mengaturnya adalah permen Nomor 35 tahun 2018, dengan menerangkan bahwa Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diubah dengan menambahkan mata pelajaran Informatika dalam mata pelajaran umum Kelompok B pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.

Bahwa dalam kelompok B (umum), dengan nomor urut 3 tertulis mata pelajaran Prakarya dan /atau Informatika untuk kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 dengan masing-masing 2 jam pelajaran.

3. Jenjang menengah atas (Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah)



Peraturan yang mengaturnya adalah permen Nomor 36 tahun 2018, dengan menerangkan bahwa Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah diubah dengan menambahkan mata pelajaran Informatika pada Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. 

Bahwa dalam Mata Pelajaran Pilihan Lintas minat dan /atau pendalaman minat dan / Informatika untuk kelas X sebanyak 6 atau 9 jam pelajaran, kelas XI sebanyak  4 atau 8, dan kelas XII sebanyak 4 atau 8 jam pelajaran.



Namun dalam implementasi di lapangan ternyata masih ada beberapa informasi yang belum maksimal tersampaikan dan diterima oleh pemangku kebijakan, sehingga keberadaan mata pelajaran informatika ditahun 2019 belum dipahami secara keseluruhan.

Salahsatu indikasi adanya informasi yang belum maksimal tersampaikan bahwa terdapat beberapa sekolah yang masih merasa bingung walaupun sebenarnya materi mata pelajaran informartika tersebut diterapkan disekolah yang bersangkutan.
Adanya hal seperti hal tersebut diatas adalah salahsatu yang mendasari dari kegiatan pertemuan  MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang dilaksanakan di aula SMPN Unggulan Sindang Indramayu Jawa Barat pada hari kamis tanggal 12 september 2019 dari pukul 13.00 sampai dengan 17.00 WIB ini dengan berharap semua hal yang menyangkut tentang mata pelajaran informatika baik tentang dasar hukum, tentang sangkut paut dan kedudukan di dapodik, dan posisi dengan mata pelajaran yang lainnya dalam struktur kurikulum 2013.

Penyelenggara MGMP dalam kegiatan ini sendiri adalah MGMP TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dengan susunannya adalah Ketua (M.Firman Suwarya, M.Kom), Sekretaris (Adi Sudarmadi, M.Si), Bendahara (Elly Yuliati, S.Pd), Anggota (Bambang Susetyanto, S.Kom, Nita Apriyani, S.Kom, dan Wagiyo, M.Si) dimana keberadaan mata pelajaran TIK sendiri sudah tidak ada lagi dalam Kurikulum 2013 sebagai mata pelajaran, namun hanya dalam bentuk Bimbingan TIK sesuai dengan peraturan menteri no. 45 tahun 2015 yang lalu.

Dalam perjalanannya Bimbingan TIK yang biasa disingkat dengan BTIK ini akan terus berjalan sebelum peraturan menteri yang mengesahkannya dicabut atau dihentikan.

Dengan lahirnya mata pelajaran Informatika maka kepengurusan yang berkaitan dengannya tentu harus disesuaikan, maka MGMP TIK yang semula mengurus, mengelola secara resmi inipun harus di konversikan atau diperbaharui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dalam hal ini oleh Kasi Kurikulum Bapak Dr. H. Pendi Susanto, M.Pd menjadi sebuah MGMP mata pelajaran informatika menjadi MGMP INFORMATIKA.(mfs_red_smpnunggulansindang).

 



















Senin, 16 September 2019

Pembelajaran STEM di Mangrove Karangsong Indramayu

Blog Pendidikan



Allah SWT menciptakan manusia di bumi ini sebagai Kholifah, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an 'an surat Al-Baqarah : 30 " "sesungguhnya aku menciptakan manusia di bumi sebagai kholifah".
Kholifah yang dimaksud dari ayat tersebut  menurut sebagian ulama l adalah pemimpin. Salah satu tugas Kholifah dibumi adalah melestarikan alam. Dengan pelestarian alam sekitarnya kehidupan manusia terus berlanjut dan berkembang.

Mangrove merupakan komunitas tumbuhan yang berada di pesisir pantai. Komunitas tumbuhan ini perlu kita lestarikan karena memberikan andil besar dalam kehidupan manusia baik secara ekonomi maupun ekologi.
SMP Negeri Unggulan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang komitmen dengan lingkungan. Sekolah yang berpredikat "USTAD" (UKS, Sanitasi, Adiwiyata) memandang perlu untuk melestarikan mangrove tersebut dengan melaksanakan kegiatan STEM Education Mangrove di  Karangsong Indramayu.

Pembelajaran STEM adalah model pembelajaran yang diadopsi dari Amerika Serikat yang memadukan antara ilmu Pengetahuan ,Tehknik, mesin dan Matematika. Pembelajaran ini menjadi kan  siswa sebagai pusat belajar, siswa di tuntut aktif dan kreatif,di harapkan dengan model pembelajaran ini siswa dapat memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang baru, berfikir logis, serta melek tekhnologi.


Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh siswa/siswi kelas VII yang berjumlah 300 siswa, dibagi dalam 10 kelompok diantaranya; Kelompok wedang pesisir (pa Iwan), Nugget (bu Wahyuningsih), rempeyek (Nunung ),batik (Jihan), sirop (bu Fauziah), Urab (pa Ugin),dodol (bu Dian), puding (bu Siska),bolu (bu elin ) dan kripik (pa Wahyu).

Pertama yang dilakukan siswa adalah mengamati berbagai macam tumbuhan mangrove beserta kegunaannya  diantaranya: api-api  (avicenia marina )  untuk obat keluarga berencana dan dapat dibuat tepung, bakau (rhizophora  mucronata lam) sebagai pewarna batik, tumbuhan teruntum dan kapi dada ( sonneratia caseolaris ) dapat  dibuat sirop, daun waluntas dapat dibuat mie, buah kerandang dapat dibuat sirop dan masih banyak lagi tumbuhan -tumbuhan lainya. Di hutan mangrove juga siswa dituntut untuk mengamati  serta  mengelompokkan tumbuhan dikotil monokotil, akar tunggal dan serabut , berbunga atau tidak berbunga dan sebagainya, dalam lembar kerja siswa.

Sekitar pukul 11.30 siswa menuju rumah produksi "Berdikari" sebagai tempat pengolahan dari  tumbuhan mangrove, seperti Wedang pesisir, bahan-bahan yang dibutuhkan : daun Bidara, daun jeruk, jahe, sereh, gula pasir dan gula batu direbus sampai mendidih, setelah mendidih tuangkan dalam dan siap diminum.Siswa tidak hanya menyaksikan atau  melihat tapi juga mempraktekanya yang dipandu langsung ibu-ibu rumah Berdikari.


Tepat pukul 03.00 kegiatan berakhir dan masing-masing siswa kembali ke sekolah dan langsung membubarkan diri. Terima kasih kepada semua Bapak Ibu yang telah mensupport acara ini sehingga dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan. (By_Sarkiwan, M.Pd.I.)