Minggu, 22 September 2019

Berkelebat Bayangan Hitam

Blog Pendidikan


     Minggu pagi itu seperti biasa kami melakukan sebuah aktivitas daerah kecamatan. Sebuah daerah yg berjarak selitar 10 Km dari tempat tinggal kami.

Suasana memang benar-benar masih pagi buta dimana masih terasa dan terlihat angin segar dengan sedikit embun.

Setelah beberapa menit dalam persiapan kamipun berangkat dengan keoptimisan berselimut do’a, ku injak gas berlahan dan ku kendalikan kendaraan roda empatku dengan santai.
Sementara istri duduk disamping kiri juga dengan santai sambil memangku putra kecil kami.

Ilham adalah putra kecil kami yang sangat unik dimana semua keinginan dan kata-katanya selalu tak mau di abaikan dan kali ini dia duduk manja di pangkuan ibunya walau sesekali sambil mengucek mata dan terkadang dengan uapan mulut kecilnya.

Perjalanan sudah sampai sekitar 7 km dari tempat tinggal kami, tepatnya di sebuah desa dengan nama pawidean.

Ku masih dengan injakan gas yg stabil dan santai dimana terlihat speedo motor pada kendaraan hanya berkisar antara 40 sampai dg 70 kilo meter perjam.

Butanya pagi mmbuat jarak pandangpun tak berjalan maksimal, namun masih terlihat jelas di hadapan kendaraan yg kami kemudikan yaitu sebuah mobil dengan warna putih dan berplate E melaju juga dg santai.

Sementara di belakang terlihat kendaraan warna hitam yg siap menyalip dengan memberi lampu dim dan sein kiri berkali.
Dengan segera sayapun memposisikan kendaraan kearah bagian jalan kanan dengan maksimal.

Namun belum juga kendaraan belakang menyalip, tiba-tiba dari arah kanan jalan yang bermedian melintas dan berkelebat dengan cepatnya sebuah bayangan hitam melintasi persis di depan kendaraan yang ku kemudikan, sehingga cukup membuatku sangat terkejut.

Belum langi hilang rasa terkejut tiba-tiba di bagian belakang tengah kendaraan pas lurus dengan baris jok bagian tengah terdengar dengan suara sangat keras “GLUBRAG”.

Belum sempat juga aku melihat ke bagian sumber suara itu, aku terlebih dahulu melihat yang berkelebat melintasi didepan kendaraanku, dengan beberapa saat ku menarik nafas setelah melihat apa dan bagaimana bayangan hitam yang melintas dan berkelebat tersebut, ternyata adalah.....

Bersambung.





                                                                      

Jumat, 20 September 2019

BERJAMAAH DI TOYOTA AUTO 2000 Indramayu

Blog Pendidikan


           Diantara kesibukan seluruh karyawan dengan bidang dan tanggung jawabnya masing2, Toyota Auto 2000 Indramayu terus meningkatkan semangat religiusnya. 

Diantara lengkap dan maksimalnya pelayanan dan service Toyota Auto 2000 Indramayu, dimana diantaranya nyamannya ruang tunggu lengkap dengan cemilan, kopi, teh, ataupun air mineral yg di sediakan gratis untuk seluruh pelanggan. 

Adanya sudut bermain yang disediakan juga untuk pelanggan yg kbetulan membawa anak kecilnya membuat asyik dan nyamannya menunggu. Tersedianya wifi free juga tak kalah asyiknya untuk memanjakan pelanggan selama menunggu tentu dengan tersedianya free charging yg menempel berbaris di dinding, juga tak ketinggalan media masa gratis baik yg elektronik ataupun cetak semua sudah tersedia di sediakan secara free atau gratis untuk pelanggan setia.

Disaat pelanggan sedang menikmati lengkap dan asyiknya menunggu. Toyota Auto 2000 Indramayu juga menyempurnakan fasilitasnya dengan representatifnya Musholla. 
Sebuah musholla yang sengaja diletakan di bagian atas atau lantai tiga ini sangat nyaman dan adem untuk melaksanakan sholat berjamaah. 


Fasilitas air wudhu yang memadai dan dalam musholla yang ber AC juga membuat semua jamaah semakin khusyu dalam menunaikan sholat berjamaah. 

Kesiapan dan kedisiplinan seorang imam dalam memulai dan memimpin sholat berjamaahpun membuat seluruh karyawan semakin disiplin serta bersemangat dalam menunaikan sholat berjamaah.

Adalah kami yg merupakan pelanggan setia Toyota Auto 2000 Indramayu pada Jumat tanggal 20 September 2019, untuk melalukan service rutin terhadap kendaraan Toyota Calya merasa nyaman dan asyik terhadap service serta seluruh fasilitas yang terdapat di dalamnya.

Semoga Toyota Auto 2000 Indramayu semakin menyempurnakan pelayanan, fasilitas dan servicenya.




Rabu, 18 September 2019

“APA?, KAMU DEPRESI?”

Blog Pendidikan


        Boleh saja kita mempunyai keinginan, tentu syah-syah saja jika kita mempunyai hobi dan kemudian menjadi sebuah harapan, tidak ada yang melarang juga ketika kita bercita-cita melebihi tingginya langit. Namun kita juga harus siap jika keinginan kita tidak terpenuhi, kita juga harus mengerti ketika hobi dan harapan tersebut tidak menjadi sebuah kenyataan yang diharapkan, dan kita juga harus menerima, rela, dan bahkwan harus tetap bersyukur ketika cita-cita kita yang setinggi langit itu jangankan setinggi langit, dengan kitapun ketinggian kenyataannya lebih tinggi dari tubuh kita, itulah salahsatu pesan yang disampaikan oleh Willy salah seorang siswa SMPN Unggulan pada kegiatan MT (Majlis Ta’lim) di Masjid pada hari jumat tanggal 13 setpember 2019 yang lalu.

Willy adalah salahsatu siswa yang berasal dari kelas 9F sekolah tersebut dengan bangga dan meyakinkan seluruh peserta yang hadir pada kegiatan Majlis Ta’lim yang diadakan setiap hari jum’at pagi ini, dimana seluruh peserta merupakan siswa SMP Negeri Unggulan dari kelas 7 dan kelas 8. Tidak hanya Willy yang menyampaikan karena pada sesion yang lain kawan-kawannya yang merupakan satu team dalam kelas dengan sigap dan siap menjawan seluruh pertanyaan dari seluruh siswa. Terlebih dengan adanya pemberian reward sebuah bingkisan yang menarik membuat peserta juga semakin bersemangat dalam berdialog dan bertanya seolah saling berebut antara siswa yang satu dengan yang lainnya.


Dalam pesan berikutnya yang disampaikan Willy menggaris bawahi salahsatu sifat bahwa sifat dan sikap yang sudah disampaikan tersebut diatas adalah Depresi atau sifat yang tidak mau menerima sebuah kenyataan dalam hidupnya, sehingga kalau hal ini tidak bisa di antisipasi maka berpotensi akan menjadi dan berkembang menjadi sebuah karakter yang broken home dan sejenisnya.

Sebuah statement yang menggelitik dan membuat suasana semakin ramai namun tetap kondusif terlontar dari Willy “Apa? Kamu Depresi?” dan sontak dijawab oleh semua yang hadir dengan sebuah kata “TIDAAAAKK!!!”.

Masih menurut Willy sifat Depresi ini bisa diantisipasi dan ditanggulangi dengan beberapa cara diantaranya melalui sikap yang sabar, mendirikan sholat lima waktu, dan banyak mengingat kepada Allah SWT kapan dan dimanapun.
(mfs_red_smpnunggulansindang).
  

Selasa, 17 September 2019

EKSPLORASI BATIK PEWARNA ALAMI MANGROVE DI HUTAN MANGROVE

Blog Pendidikan


Karangsong - Sabtu 14 September 2019, pukul 13.00 WIB siswa-siswi SMP Negeri Unggulan sudah bersiap untuk mengikuti pelatihan pembuatan batik dengan pewarna alami berbahan dasar mangrove. Kegiatan ini merupakan isi dari rangkaian kegiatan Edu Wisata Mangrove yang dilaksanakan sejak pagi pukul 08.00 WIB. Siswa-siswi dibagi menjadi dua kelompok besar untuk mengikuti rangkaian kegiatan seperti; kelompok pertama berlokasi di pantai karangsong untuk menjelajah hutan mangrove bersama guru pembimbing dengan difasilitasi oleh pemandu wisata hutan mangrove, kelompok dua berlokasi di Rumah Berdikari untuk melakukan kegiatan workshop seperti belajar membuat bolu, puding, urab, dan sirup dengan berbahan dasar mangrove serta tumbuhan sekitar pantai karangsong yang diolah menjadi beberapa produk makanan. Ba’da Dzuhur kedua kelompok besar tersebut akan berpindah lokasi dengan cara bergantian. Kelompok satu berpindah tempat dari hutan mangrove menuju Rumah berdikari, begitupun sebaliknya yang sudah melakukan workshop berpindah lokasi melanjutkan perjalanan eksplor hutan mangrove. Uniknya dalam pembagian kelompok workshop tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kini bertambah pelatihan membatik, kelompok 4 (Kelompok Batik) menadapatkan kesempatan untuk belajar membuat batik tulis dengan pewarna alam mangrove.


Dok. Jian Al Ma’arij
Pak Latif mengajarkan teknik membatik menggunakan canting

Pak Latif, begitu sapaan akrab ketua Rumah Berdikari ini, menjadi fasilitator pemateri dalam kegiatan workshop membatik, ia menyampaikan beberapa pengetahuan membatik secara singkat dan sederhana agar siswa siswi mengenal, mengetahui, mempelajari dan mempraktekan langsung proses membatik. Pembelajaran seni budaya tak terbatas waktu, tempat dan media. Jian Al Ma’arij sebagai guru pendamping kelompok membatik sekaligus guru mata pelajaran seni budaya menanggapi positif kegiatan Edu Wisata Mangrove kali ini, “Berkarya dan berkesenian melibatkan alam sekitar itu menyenangkan, anak akan memiliki kepekaan estetika dan jiwa kreatif karena memperoleh pengalaman langsung, contohnya pembelajaran batik menggunakan pewarna alami dari mangrove di lokasi hutan mangrove ini. Pengalaman tersebut akan memberikan impresi bahwa mengolah sumber daya alam sekitar menjadi karya seni yang memiliki nilai guna, estetika dan ekonomi tinggi sehingga akan menumbuhkan motivasi siswa sebagai bekal pengetahuan dan pengalaman yang sangat bermanfaat. Bagi Jian ini merupakan Education Through Art yaitu seni sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, pendekatan Education Trough Art (pendidikan melalui seni) berimplikasi bahwa penyelenggaraan pendidikan seni berkewajiban mengarahkan pendidikan secara umum yang memberikan keseimbangan rasionaldan emosional, intelektual dan sensibilitas, pendidikan seni merupakan sarana untuk pengembangan kreatifitas anak”.

Pak Latif menyampaikan “Tanaman mangrove dimanfaatkan untuk jadi pewarna alam. Bahan bakunya berasal dari akar mangrove yang sudah kering, dengan hasil warna merah kecoklatan. Hasil yang diperoleh tidak kalah dengan pewarna lain”. Zat warna alami mangrove (Rhizopora Mucronata) dilakukan dengan proses ekstrasi menggunakan pelarut air pada perbandingan massa bahan terhadap pelarut 1:10, suhu 100° C selama 60 menit. Zat warna tersebut kemudian dipekatkan dengan proses evaporasi hingga volume tinggal 30%. Selanjutnya ekstrak dimanfaatkan untuk pewarna batik. Rumah Berdikari memfasilitai siswa-siswi SMP Negeri Unggulan untuk mengenal, belajar dan mencoba praktek membatik menggunakan pewarna alami dari mangrove. “Bagaimana agar warna-warna tersebut tidak luntur?” Tutur Riyan siswa kelas VII B. Pak Latif menerangkan bahwa untuk mengunci warna batik sama seperti pewarna batik alami lainnya yaitu menggunakan tawas, cuka dan tunjung.



Dok. Jian Al Ma’arij
Bahan baku pewarna batik alami
Akar Mangrove (Rhizopora mucronata)

Siswa siswi diberikan pelatihan mengenal alat dan bahan pembuatan batik tulis dan cap, proses mendesain di atas kain, dan mencanting menggunakan malam panas diatas kain serta penjelasan proses pembuatan zat warna alam dari mangrove yang dimulai dari pemilihan tanaman, perebusan, serta proses ekstraksi sampai jadi hasil larutan zat warna alam yang siap digunakan.


Dok. Jian Al Ma’arij
Antusias siswa dan Guru mengikuti pelatihan membatik

Antusias siswa dalam belajar sangat tinggi, mereka merasa senang dan tertantang dalam menorehkan malam panas di atas kain. Guru pendampingpun tak kalah menarik, mereka mencoba menorehkan malam panas membentuk pola-pola indah menggunakan canting sehingga menghasilkan motif yang unik dan menarik. Dengan mengikuti pelatihan membatik diharapkan siswa dan guru termotifasi untuk memanfaatkan lingkungan dan mencintai budaya daerah.

(By_Jian Maarij, M.Pd) 




WELLCOME TO MGMP INFORMATIKA INDRAMAYU AND IMPLEMENTATION PERMEN 2018

Blog Pendidikan


Informatika adalah sebuah mata pelajaran yang baru lahir di Kurikulum 2013 berdasarkan Permen No.35, 36, dan 37 tahun 2018 yang pengimplementasiannya dimulai dari tahun 2019.
Dalam pengimplementasiannya tersebut mata pelajaran Informatika dibagi ke dalam 3 (tiga) jenjang yaitu jenjang dasar untuk Sekolah Dasar atau yang sederajat, jenjang menengah pertama untuk sekolah menengah pertama atau yang sederajat, dan jenjang sekolah menengah atas untuk Sekolah Menengah Atas/sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah.

Adapun beberapa rincian dari pembagian perjenjang tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jenjang dasar (Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah)

Peraturan yang mengaturnya adalah permen Nomor 37 tahun 2018, dengan menerangkan bahwa  Muatan informatika pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dapat digunakan sebagai alat pembelajaran dan/atau dipelajari melalui ekstrakurikuler dan/atau muatan lokal.

Mata Pelajaran Informatika pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dimuat dalam Kompetensi Dasar yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

2. Jenjang menengah pertama (Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah)

Peraturan yang mengaturnya adalah permen Nomor 35 tahun 2018, dengan menerangkan bahwa Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diubah dengan menambahkan mata pelajaran Informatika dalam mata pelajaran umum Kelompok B pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.

Bahwa dalam kelompok B (umum), dengan nomor urut 3 tertulis mata pelajaran Prakarya dan /atau Informatika untuk kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 dengan masing-masing 2 jam pelajaran.

3. Jenjang menengah atas (Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah)



Peraturan yang mengaturnya adalah permen Nomor 36 tahun 2018, dengan menerangkan bahwa Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah diubah dengan menambahkan mata pelajaran Informatika pada Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. 

Bahwa dalam Mata Pelajaran Pilihan Lintas minat dan /atau pendalaman minat dan / Informatika untuk kelas X sebanyak 6 atau 9 jam pelajaran, kelas XI sebanyak  4 atau 8, dan kelas XII sebanyak 4 atau 8 jam pelajaran.



Namun dalam implementasi di lapangan ternyata masih ada beberapa informasi yang belum maksimal tersampaikan dan diterima oleh pemangku kebijakan, sehingga keberadaan mata pelajaran informatika ditahun 2019 belum dipahami secara keseluruhan.

Salahsatu indikasi adanya informasi yang belum maksimal tersampaikan bahwa terdapat beberapa sekolah yang masih merasa bingung walaupun sebenarnya materi mata pelajaran informartika tersebut diterapkan disekolah yang bersangkutan.
Adanya hal seperti hal tersebut diatas adalah salahsatu yang mendasari dari kegiatan pertemuan  MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang dilaksanakan di aula SMPN Unggulan Sindang Indramayu Jawa Barat pada hari kamis tanggal 12 september 2019 dari pukul 13.00 sampai dengan 17.00 WIB ini dengan berharap semua hal yang menyangkut tentang mata pelajaran informatika baik tentang dasar hukum, tentang sangkut paut dan kedudukan di dapodik, dan posisi dengan mata pelajaran yang lainnya dalam struktur kurikulum 2013.

Penyelenggara MGMP dalam kegiatan ini sendiri adalah MGMP TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dengan susunannya adalah Ketua (M.Firman Suwarya, M.Kom), Sekretaris (Adi Sudarmadi, M.Si), Bendahara (Elly Yuliati, S.Pd), Anggota (Bambang Susetyanto, S.Kom, Nita Apriyani, S.Kom, dan Wagiyo, M.Si) dimana keberadaan mata pelajaran TIK sendiri sudah tidak ada lagi dalam Kurikulum 2013 sebagai mata pelajaran, namun hanya dalam bentuk Bimbingan TIK sesuai dengan peraturan menteri no. 45 tahun 2015 yang lalu.

Dalam perjalanannya Bimbingan TIK yang biasa disingkat dengan BTIK ini akan terus berjalan sebelum peraturan menteri yang mengesahkannya dicabut atau dihentikan.

Dengan lahirnya mata pelajaran Informatika maka kepengurusan yang berkaitan dengannya tentu harus disesuaikan, maka MGMP TIK yang semula mengurus, mengelola secara resmi inipun harus di konversikan atau diperbaharui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dalam hal ini oleh Kasi Kurikulum Bapak Dr. H. Pendi Susanto, M.Pd menjadi sebuah MGMP mata pelajaran informatika menjadi MGMP INFORMATIKA.(mfs_red_smpnunggulansindang).

 



















Senin, 16 September 2019

Pembelajaran STEM di Mangrove Karangsong Indramayu

Blog Pendidikan



Allah SWT menciptakan manusia di bumi ini sebagai Kholifah, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an 'an surat Al-Baqarah : 30 " "sesungguhnya aku menciptakan manusia di bumi sebagai kholifah".
Kholifah yang dimaksud dari ayat tersebut  menurut sebagian ulama l adalah pemimpin. Salah satu tugas Kholifah dibumi adalah melestarikan alam. Dengan pelestarian alam sekitarnya kehidupan manusia terus berlanjut dan berkembang.

Mangrove merupakan komunitas tumbuhan yang berada di pesisir pantai. Komunitas tumbuhan ini perlu kita lestarikan karena memberikan andil besar dalam kehidupan manusia baik secara ekonomi maupun ekologi.
SMP Negeri Unggulan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang komitmen dengan lingkungan. Sekolah yang berpredikat "USTAD" (UKS, Sanitasi, Adiwiyata) memandang perlu untuk melestarikan mangrove tersebut dengan melaksanakan kegiatan STEM Education Mangrove di  Karangsong Indramayu.

Pembelajaran STEM adalah model pembelajaran yang diadopsi dari Amerika Serikat yang memadukan antara ilmu Pengetahuan ,Tehknik, mesin dan Matematika. Pembelajaran ini menjadi kan  siswa sebagai pusat belajar, siswa di tuntut aktif dan kreatif,di harapkan dengan model pembelajaran ini siswa dapat memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang baru, berfikir logis, serta melek tekhnologi.


Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh siswa/siswi kelas VII yang berjumlah 300 siswa, dibagi dalam 10 kelompok diantaranya; Kelompok wedang pesisir (pa Iwan), Nugget (bu Wahyuningsih), rempeyek (Nunung ),batik (Jihan), sirop (bu Fauziah), Urab (pa Ugin),dodol (bu Dian), puding (bu Siska),bolu (bu elin ) dan kripik (pa Wahyu).

Pertama yang dilakukan siswa adalah mengamati berbagai macam tumbuhan mangrove beserta kegunaannya  diantaranya: api-api  (avicenia marina )  untuk obat keluarga berencana dan dapat dibuat tepung, bakau (rhizophora  mucronata lam) sebagai pewarna batik, tumbuhan teruntum dan kapi dada ( sonneratia caseolaris ) dapat  dibuat sirop, daun waluntas dapat dibuat mie, buah kerandang dapat dibuat sirop dan masih banyak lagi tumbuhan -tumbuhan lainya. Di hutan mangrove juga siswa dituntut untuk mengamati  serta  mengelompokkan tumbuhan dikotil monokotil, akar tunggal dan serabut , berbunga atau tidak berbunga dan sebagainya, dalam lembar kerja siswa.

Sekitar pukul 11.30 siswa menuju rumah produksi "Berdikari" sebagai tempat pengolahan dari  tumbuhan mangrove, seperti Wedang pesisir, bahan-bahan yang dibutuhkan : daun Bidara, daun jeruk, jahe, sereh, gula pasir dan gula batu direbus sampai mendidih, setelah mendidih tuangkan dalam dan siap diminum.Siswa tidak hanya menyaksikan atau  melihat tapi juga mempraktekanya yang dipandu langsung ibu-ibu rumah Berdikari.


Tepat pukul 03.00 kegiatan berakhir dan masing-masing siswa kembali ke sekolah dan langsung membubarkan diri. Terima kasih kepada semua Bapak Ibu yang telah mensupport acara ini sehingga dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan. (By_Sarkiwan, M.Pd.I.)

 

  

 


OPTIMIS, JEMBATAN MERAIH PRESTASI

Blog Pendidikan

Senin tanggal 16 september 2019 seperti biasa seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMP Negeri Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu Jawa Barat melaksanakan kegiatan rutin yang wajib seminggu sekali dilaksanakan yaitu pelaksanaan upacara bendera.

Upacara bendera ini adalah salahsatu bentuk dari warga negara yang baik dan sebagai salahsatu bukti kecintaan dan kepatuhannya pada  Undang-undang, peraturan pemerintah dan negara Indonesia terutama bagi seseorang yang berada dalam lingkungan pendidikan, disisi lain kegiatan upacara bendera juga akan menumbuhkan rasa cinta tanah air yang tinggi bagi yang bersangkutan yang diharapkan bisa semakin dimengerti, dipahami dan diimplementasikan oleh semua peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

Pada salahsatu bagian kegiatan upacara yaitu pesan atau amanat pembina upacara yang dalam hal ini disampaikan oleh Ibu Siti Zakiyah Wati, M.Pd.I. Dalam amanat yang disampaikannya adalah tentang manusia yang merupakan tempatnya salah dan dosa, tidak ada manusia dimuka bumi  ini yang tidak penah melakukan salah, tidak ada manusia dimuka bumi ini yang tidak pernah melaksanan dosa, semua manusia yang hidup pasti pernah mengalami salah dan dosa, lalu bagaimana agar manusia menjadi baik maka dengan keadaan seperti itu bahwa sebenarnya manusia yang baik adalah manusia yang mau dan mampu memperbaiki segala kesalahan dan kekeliruannya.

Masih dalam amanat yang disampaikannya, bahwa manusia juga selalu mempunyai rasa ingin meraih sesuatu atau sebuah cita-cita yang diharapkan namun dalam perjalanannya terkadang akan di benturkan dengan sebuah kegagalan dan sejenisnya sehingga mungkin saja akan menimbulkan sebuah keputusasaan. Bagi seseorang yang beriman putus asa tidak dianjurkan sama sekali bahkan dilarang oleh Allah SWT seperti yang terdapat dalam salahsatu surat al-quran yaitu Az-zumar ayat ke 53 yang artinya adalah Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Disalahsatu surat al-qur’an yang lain juga Allah SWT mengingatkan agar selalu optimis dan tidak boleh berputus asa seperti yang terdapat dalam surat Yusuf ayat 87 yang artinya “....dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

Dalam akhir amanat yang disampaikan oleh Ibu Siti Zakiyah Wati, M.Pd.I ini menyampaikan bahwa dalam menggapai sebuah harapan dan cita-cita maka kita tidak boleh berputus asa melainkan kita harus selalu optimis dan terus optimis, karena dengan sifat dan sikap yang optimis inilah kita akan berhasil meraih dan menggapai semua harapan serta cita-cita yang diinginkan.
(mfs_red_smpnunggulansindang).

Sabtu, 14 September 2019

SISWA-SISWI SMPN UNGGULAN MENYELAMI HUTAN MANGROVE

Blog Pendidikan


Banyak dan ragamnya materi pembelajaran tentu akan semakin menghasilkan output yang maksimal jika materi tersebut diimbangi dengan sering dan besarnya prosentasi praktek terhadap materi tersebut apalagi jika materi dalam pembelajaran menyangkut dan memang harus dipraktekan secara nyata oleh peseta didik.

Diantara dalam upaya memenuhi hal itu, sebuah sekolah di daerah kecamatan sindang kabupaten Indramayu Jawa Barat yaitu SMP Negeri Unggulan Sindang mengadakan kegiatan dengan memuat tajuk Ekowisata Mangrove pada hari sabtu tanggal 14 september 2019 yang menurut schedule dimulai dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Sebuah kegiatan yang diantaranya berupaya mempraktekan tentang bagaimana mengetahui dan merasakan mengalirnya sebuah perekonomian masyararakat, menyadari dan mengetahui adanya kultur dan budaya dalam kehidupan sekitar, mengekplorasi kekayaan dan keragaman yang terdapat dalam kawasan mangrove, mengetahui dan mengidentifikasi tentang sejauh mana penggunaan teknologi yang sudah diterapkan dan diimplementasikan, mengetahui dan mengidentifikasi ragam serta keunikan dari lebatnya daun yang tumbuh dan berkembang di hutan mangrove, mengetahui dan mengimplementasikan manfaat dari  bunga yang timbul serta menghiasi pepohonan menjadi sebuah karya nyata dan unik yang diantaranya bisa dituangkan dalam wujud pembentukan sebuah karya lukis dan batik, mengetahui dan memaksimalkan setiap unsur yang terdapat dalam pepohonan hutan mangrove menjadi aneka ragam macam dan minuman yang enak, sehat dan tentunya dijamin kealamiahan serta kehalalannya, dan menurut informasi yang ada masih banyak kegiatan bermanfaat lainnya yang bisa diperoleh sejauh mana peserta didik ini mau dan mampu mendalami dan menyelami dari keberadaan hutan mangrove di pantai karang song Indramayu.



Kegiatan Ekowisata Mangrove digagas oleh bapak Sutarjo, S.Pd, seorang guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Negeri Unggulan ini bak gayung bersambut ketika gagasannya disetujui dan didukung oleh semua guru mata pelajaran dan terutama oleh Drs. Sutrisna sebagai kepala SMP Negeri Unggulan Sindang.

Diantara bentuk dukungan dari guru-guru mata pelajaran adalah ikut terlibat dan mendampinginya beberapa guru yang diantaranya adalah Drs. Nawawi, Ucu Syifa Rosidah, S.Pd, Sarkiwan, M.Pd.I, Wahyuningsih, S.Pd, Nunung Sutarsah, S.Pd, Jihan Ma’arij, M.Pd, Fauziyah, S.Pd, Ugin Lugina, S.Pd, Dian, S.Pd, Siska, S.Pd, Elin Herlina, S.Pd, Wahyu Eka, S.pd, dan M.Firman Suwarya, M.Kom.

Juga tidak ketinggalan tentunya Drs. Sutrisna sebagai kepala SMP Negeri Unggulan Sindang yang didampingi istri yaitu Dra. Sri Sadaryati mengunjungi dan berdialog langsung dengan semua peserta didik di tempat lokasi sebagai salahsatu bentuk dukungan realnya dalam kegiatan tersebut.




Sementara itu lokasi dari kegiatan ini terdiri dari dua bagian yaitu lokasi di hutan mangrove dan rumah berdikari,  dengan sepuluh agenda STEM kegiatan yaitu wedang pesisir, nugget, rempeyek, batik, sirop, urab, dodol, puding, bolu, dan keripik.

Mengingat belum memadainya antara jumlah peserta didik yang mengikuti dengan kapasitas rumah berdikari serta untuk memaksimalkan hasil yang diingikan, maka dalam pelaksanaannya kegiatan Ekowisata Mangrove ini dibagi menjadi dua bagian dimana masing-masing bagian terdiri dari lima kelompok pertama menuju ke hutan mangrove sementara lima kelompok lainnya berada dan belajar di rumah berdikari.  

Kesigapan dan keterampilan dari team Rumah Berdikari yang dipimpin oleh Bapak Latief ini membuat semua peserta didik mampu dan menguasai semua materi, cara menerapkan dan mengolahnya ditambah lagi hasil dari kegiatan tersebut semua peserta didik secara bebas langsung mampu mencicipi dan merasakan dari produk yang mereka buat.

Sementara itu kecekatan dan kegesitan dari team yang berada di hutan mangrove sendiri kepada semua peserta didik dalam melayani, berkomunikasi, dan memperkenalkan kekayaan potensi luar biasa yang terdapat dalam dan sekitar hutan mangrove berupa bentuk  bagaimna cara mengenali, mengidentifikasi, mengolah dan menerapkan ragam potensi seakan membuat dan melahirkan ribuan potensi dan inovasi terbaru yang menjanjikan.
(mfs_red_smpnunggulansindang).

 

 

Hayoo klik Video dibawah ini untuk melihat keseruannya:

By_Jihan Ma'arij, M.Pd


By_Wahyu Eka S, S.Pd


By_Ucu Syifa Rosyidah, S.Pd




Senin, 09 September 2019

NARKOLEMA

Blog Pendidikan


Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. itulah awal pembukaan pesan-pesan yang disampaikan oleh Ibu Ucu Syifa Rosidah, S.Pd.dalam amanatnya sebagai pembina upacara pada kegiatan upacara bendera di halaman SMP Negeri Unggulan Sindang hari ini senin tanggal 9 september 2019 pagi tadi.

Sebuah pesan yang mengutip tiga buah ayat surat al-ashr yang merupakan salah satu surat dalam al-qur'an, sebuah pesan yang sangat amat mendasar terhadap kehidupan manusia dan pergaulan serta model dalam pendidikan.

Menurutnya tujuan utama dari adanya pendidikan salahsatunya adalah untuk menjadikan siswa-siswi menjadi sholeh dan sholehah karena hanya dengan sholeh-sholehan mudah-mudahan akan menjadi salahsatu hal yang menyebabkan turunnya syafaat kanjeng Nabi Muhammad SAW nanti pada hari akhir.

Namun dalam dunia pendidikan dewasa ini tidaklah mudah untuk mencapai itu semua perlu kerjasama antar semua lini, semua personil, stakeholder yang kompak dan saling mendukung, terlebih dengan ada dan berkembangnya era digital khususnya penggunaan smartphone yang sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau, boleh atau tidak boleh, ternyata sudah banyak siswa-siswi yang sudah menggunakan smartphone yang sebenarnya belum saatnya untuk siswa-siswi yang masih duduk ditingkat SMP tersebut, adalah merupakan tantangan tersendiri yang sangat serius.

Banyak kejadian yang terjadi akibat dari penyalahgunaan dan penggunaan smartphone ini sehingga siswa-siswi mengalami narkolema (Narkoba lewat mata ), sebuah dampak/penyakit terhadap pengguna handphone dimana yang menyebabkan penggunaan merasa ketagihan secara terus menerus ketagihan, dan yang menjadi masalah ketagihan disini adalah ketagihan terhadap hal-hal visual / video ataupun gambar yang sering dilihat misalnya video atau gambar p*rno  dan sejenisnya. 

Lalu bagaimana sih sebenarnya proses kecanduan narkolema ini, (tambahnya, Ucu Syifa Rosyidah, S.Pd), jadi menurutnya, manusia ini memiliki PFC (Pre Frontal Cortex) yaitu bagian otak yang berfungsi sebagai pusat pertimbangan dan dalam pengambil keputusan, bagian ini adalah bagian yang sangat sepesial karena hanya terdapat pada manusia, binatang tidak memiliki bagian PFC tersebut. Adapun keadaan PFC ini bisa rusak karena benturan fisik, zat kimia, narkotika, napza, dan narkolema atau yang kini sering disebut dengan pornografi itu sendiri.

Masih menurutnya salahsatu ciri dari siswa atau siswi yang sudah terindikasi narkolema adalah sering adanya nafsu/emosi yang cepat tersulut, cepat tersinggung dan sejenisnya. Dan Alhamdulillah di SMP Negeri Unggulan Sindang sudah rutin setiap pagi ada sholat dhuha bersama-sama, ada sholat dhuhur berjamaah, ini adalah salahsatu solusi untuk mengatasi narkolema ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini akan terus berjalan dan berkembang sehingga perkembangan atau adanya narkolema bisa dikurangi dan dihindari khususnya untuk siswa-siswi SMP Negeri Unggulan Sindang ini, dalam pesan penutupnya. (red_smpnunggulansindang).